Laman

Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 November 2010

Faktlkanik Lebih Berbahata Dari Debu Biasalkanik



Aktivitas gunung berapi yang meningkat selalu dibarengi dengan semburang abu vulkanik, dalam waktu terakhir beberapa gunung berapi di Indonesia menunjukan peningkatan aktifitas vulkaniknya yang paling parah adalah Merapi yang terkenal dengan wedus gembelnya, selain itu Anak Krakatau, Semeru, Papandayan dan beberapa lainnya juga meningkat.

Letusan gunung Merapi menyebarkan debu vulkanik kemana-mana

Lalu seberapa berbahaya abu vulkanik bagi kesehatan? tentu berbahaya bila kita menghirupnya. Abu vulkanik diketahui bisa menyebabkan iritasi mata, penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga gangguan pada kulit. Menurut dr Andreas Dewanto, dokter Puskesmas Ngemplak, Sleman, yang bertugas di Posko Glagahmalang, dan kini berpindah tugas ke Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta, kandungan abu vulkanik sangat berbahaya. “Kandungan material dari abu yang dimuntahkan itu mengandung S102 atau pasir kuarsa yang biasa digunakan untuk membuat gelas,” katanya.

Beberapa hari terakhir abu vulkanik yang keluar bersama material vulkanik lainnya sangat pekat di sekitar Gunung Merapi hingga ke Jawa Tengah

Bentuk pasir kuarsa itu tidak bulat layaknya debu biasa. Di bawah mikroskop, pasir kuarsa itu tampak berujung runcing. Ini tentunya bisa melukai saluran pernapasan, mata, bahkan kulit. “Jadi partikelnya memang membahayakan.” Selama berada di Posko Glagahmalang, Desa Glagah Harjo, Andreas mengatakan anak-anak berusia 2-12 tahun adalah korban yang paling banyak terkena dampak abu vulkanik. “Keluhannya paling banyak infeksi saluran pernapasan akut, batuk, pilek, dan iritasi mata,” kata Andreas.

Tingginya letusan, membuat jangkauan abu vulkanik yang tersebar bisa mencapai puluhan bahkan ratusan kilometer

Sementara itu, menurut Heru Trisno Nugroho, Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat Rumah Sakit Umum Daerah dr Sardjito, pada hampir mayoritas korban awan panas letusan Gunung Merapi yang dirawat di rumah sakit tersebut, sebagian besar dari mereka mengalami trauma inhalasi karena saluran pernapasan terbakar.Mereka kesulitan bernapas, sehingga membutuhkan alat bantu pernapasan (ventilator).

Penampakan Abu Vulkanik diperbesar

Penampakan Abu Vulkanik diperbesar

Diperbesar lebih besar lagi penampakan abu vulkanik
Lebih jelas lagi penampakan abu vulkanik
Masalahnya, Heru mengungkapkan, saat ini rumah sakit kekurangan alat bantu pernapasan itu. Stok alat di rumah sakit menipis, sedangkan jumlah korban terus naik. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Kalau ada alat itu, segera dikirim,” dia menerangkan.

Saat meletus, gunung berapi memang umumnya menyemburkan uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2), asam klorida (HCl), asam fluorida (HF), dan abu vulkanik ke atmosfer. Abu vulkanik mengandung silika, mineral, dan bebatuan. Unsur yang paling umum adalah sulfat, klorida, natrium, kalsium, kalium, magnesium, dan fluoride. Ada juga unsur lain, seperti seng, kadmium, dan timah, tapi dalam konsentrasi yang lebih rendah.

Sangat tajam dan bahaya bagi paru2 serta bisa membuat iritasi

Sangat tajam dan bahaya bagi paru2 serta bisa membuat iritasi

Dr Mukhtar Ikhsan, SpP(K), dokter spesialis paru-paru dari Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, yang dihubungi Tempo, mengatakan, khusus silika, sebenarnya memang ada di sekitar kita, dan sangat mungkin terhirup dalam kondisi normal. “Tapi kan intensitasnya tidak besar, dan kalaupun terpapar tidak terus-menerus seperti saat bencana seperti Merapi kini,” kata Mukhtar.

Dengan intensitas tinggi, bisa jadi bulu-bulu hidung tak cukup kuat menahan serangan partikel polutan berbahaya. Belum lagi ada kemungkinan suhu panas dan gas-gas beracun yang mungkin ikut keluar bersama abu vulkanik. Akumulasi silika dalam paru-paru bisa mengakibatkan silikosis yang menyebabkan kerusakan pada paru-paru. “Silikosis umumnya menyerang pekerja tambang. Namun mereka terserang silikosis karena paparan silika konsentrasi tinggi dari jangka waktu yang lama,” kata Mukhtar.

Bandingkan dengan debu biasa yang bulat (tidak tajam)

Bandingkan dengan debu biasa yang bulat (tidak tajam)

Muhktar khawatir terhadap kondisi pengungsi yang mungkin mengalami stres, kurang istirahat, dan kurang makanan bergizi, sehingga akan mengakibatkan daya tahan tubuh pengungsi turun. Lemahnya daya tahan tubuh para pengungsi ditambah paparan silika bisa membuat infeksi semakin mudah menyerang.

Pernapasan memang paling mudah terpengaruh oleh abu vulkanik. Tapi besar-kecilnya dampak abu vulkanik sebenarnya bergantung pada sejumlah faktor, seperti konsentrasi partikel di udara yang sebaiknya kurang dari 10 mikron dalam diameter, frekuensi dan lama pemaparan, kandungan abu, cuaca, serta kondisi kesehatan seseorang.

Salah seorang pengungsi Merapi yang sedang mengalami gangguan pernapasan akibat abu vulkanik

Salah seorang pengungsi Merapi yang sedang mengalami gangguan pernapasan akibat abu vulkanik

Cara sederhana menghindari paparan abu adalah menghindari sumber polusi dengan mengungsi. Orang dengan penyakit pernapasan atau hanya gejala harus meninggalkan area paparan tinggi abu vulkanik. Jika konsentrasi silika melebihi batas yang direkomendasikan: lebih dari 50 mikrogram per meter kubik. Penggunaan masker menjadi suatu keharusan dalam kondisi tingginya tingkat polusi udara seperti dalam bencana Merapi. Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Prof Faisal Yunus, MD, PhD, FCCP, sejak letusan Merapi pertama pada 26 Oktober lalu, sudah memprediksi tingginya jumlah pengidap ISPA menyusul letusan Gunung Merapi.

Bukan hanya berbahaya bagi mahluk hidup tapi juga bisa merusak mesin pesawat

Bukan hanya berbahaya bagi mahluk hidup tapi juga bisa merusak mesin pesawat

Faisal saat itu menjelaskan, ada sembilan jenis respirator yang direkomendasikan berdasarkan kemampuan menyaring partikel dengan ukuran 0,3 mikron atau satu per 1.000 milimeter, yaitu respirator 95 persen, 99 persen, dan 100 persen, serta kemampuan filtrasi terhadap minyak, yaitu tipe N (Non-resistant to oil), R (Resistant to oil), dan P (oil Proof). Masker bedah yang terbuat dari kertas atau kain yang banyak beredar sebenarnya hanya menutupi area sekitar hidung. Masker jenis itu memiliki keterbatasan filtrasi karena ada celah di sekitar hidung dan mulut yang memungkinkan tetap masuknya kuman dan polutan yang ada di udara. Respirator lebih memberi perlindungan ketimbang masker bedah. Respirator lebih melindungi dan menyaring partikel berukuran satu mikron. Alat ini terpasang pas di wajah dan berfungsi mencegah kebocoran.
Betapa bahayanya bila sampai terhirup secara langsung abu vulkanik

Betapa bahayanya bila sampai terhirup secara langsung abu vulkanik

Sayangnya, justru yang beredar di kalangan pengungsi Merapi adalah jenis masker bedah itu. Menurut Andreas, masker ini memang belum memenuhi standar keamanan tubuh manusia. Masker yang paling aman pada situasi sekarang ini, menurut dia, adalah masker jenis N95. “Ini masker mirip untuk pasien isolasi flu burung,” katanya. “Idealnya memang menggunakan respirator N95, tapi kan sangat mahal dan dalam kondisi darurat. Masker apa pun bisa digunakan daripada tidak sama sekali. Memang kurang nyaman, tapi penting dilakukan,” kata Mukhtar mengiyakan Andreas.
Untuk mata, Andreas menambahkan, sebaiknya masyarakat menggunakan kacamata goggle guna menahan abu. Pasalnya, kacamata ini bisa menutup rapat sekeliling mata, sehingga abu vulkanik tak akan masuk.


sumber:
http://terselubung.blogspot.com/2010_11_07_archive.htm
l

Share/Bookmark

Jumat, 05 November 2010

Siang Ini Merapi Meletus Lagi!

Jumat, 5 November 2010 | 11:50 WIB

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas atau wedhus gembel yang membubung tinggi hingga terlihat di Deles, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (4/11/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com — Baru saja, pukul 11.30 WIB, Gunung Merapi kembali meletus, mengeluarkan awan panas setinggi hampir 3,5 kilometer. Ini merupakan letusan dahsyat kedua sepanjang Jumat (5/11/2010) ini.

Terpantau dari Balerante, bola dan gulungan awan berwarna pekat vertikal bergulung-gulung ke udara, dengan perkiraan ketinggian mencapai 3.500 meter. Karena tiupan angin dari utara dan timur laut, cendawan semburan bergerak ke arah barat dan barat daya. Sementara luncuran awan panas mengarah ke hulu Kali Gendol di arah tenggara. Belum ada laporan resmi dari BNPTK soal letusan ini.

Informasi ini merupakan pantauan langsung secara visual, Jumat (5/11/2010) sekitar pukul 11.35 WIB. Sebagian lereng dan tubuh gunung diselimuti awan tebal berwarna hitam. Kegempaan terdeteksi cukup tinggi berdasarkan denging sinyal seismograf yang terpasang di beberapa pos pantau. Warga di lereng barat daya, tenggara, selatan, dan barat diminta ekstra waspada.

Seperti diberitakan, letusan dahsyat Merapi sebelumnya juga terjadi pada Jumat dini hari tadi. Akibat letusan dahsyat itu tercatat 55 orang tewas hingga saat ini. Daerah rawan pun diperluas dari semula 15 kilometer kini meningkat jadi 20 kilometer.


*Kata ku : Bencana ini masih belum selesai saudara, akan masih banyak lagi bencana yang akan terjadi , hanya Tuhan lah yang mengetahuinya.. Teruslah berdoa demi Indonesia kita ..


Share/Bookmark

Kamis, 04 November 2010

Minyak Teluk Meksiko ..

Guys, meskipun berita tumpahan minyak di teluk meksiko adalah berita yang sangat lama.. tetapi saya ingin mengepostnya, dan memberitahu kalian apa saja yang terjadi .. sangat menarik sekali untuk anda ketahui .. silahkan dibaca di bawah yah ..


Lousiana - Sungguh mengerikan, seekor makhluk aneh muncul di pantai Lousiana, Teluk Meksiko. Makhluk ini berwarna coklat tua dan tampak seperti alien.

Namun alih-alih takut, Anda malah bisa berubah sikap menjadi prihatin bahawa sebenarnya 'alien' tersebut adalah burung pelikan. Burung naas tersebut menjadi mirip monster karena seluruh tubuhnya terbaluri oleh tumpahan minyak di Teluk Meksiko.

Seperti yang diberitakan thesun.co.uk, Sabtu (5/6/2010), unggas berbulu putih itu tidak bisa mengepakkan sayapnya karena seluruh bulu-bulunya lengket. Bahkan nyawa pelikan ini pun terancam jika tidak ada yang menyelamatkannya.



Tumpahan minyak dalam jumlah besar yang mengancam Teluk Meksiko, telah menjadi bencana besar bagi lingkungan. Binatang-binatang yang ada di laut, tidak hanya ikan tapi juga burung yang mencari makan di laut, menjadi korban yang paling menderita akibat insiden ini.

Untungnya ada Sierra Club yang peduli pada keselamatan binatang-binatang yang menjadi korban tumpahan minyak. Salah seorang ahli perikanan setempat, Kerry Champaign, bahkan berusaha melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan si pelikan yang berlumuran lumpur minyak.

Tumpahan minyak yang meluas di Teluk Meskiko menjadi bencana juga bagi warga sekitar. Warga yang menggantungkan hidupnya dari laut, juga turut mengalami kesusahan karena udang, kerang, dan ikan semua mati akibat insiden ini.

Minyak mulai mencemari Teluk Meksiko pada 20 April lalu ketika anjungan lepas pantai milik Deepwater Horizon, yang disewakan ke perusahaan raksasa energi asal Inggris, British Petroleum (BP), meledak dan menewaskan 11 orang.

Saat ini BP menggali dua sumur tambahan untuk menghentikan kebocoran itu, namun diperkirakan baru akan selesai bulan Agustus. Sedikitnya 20 juta galon minyak kini telah tumpah ke Teluk Meksiko dan tumpahan minyak itu sudah mencemari lebih dari 110 km pesisir Louisiana. (nvc/gah)

Sumber:
http://www.ngobrolaja.com/showthread.php?t=87753
Share/Bookmark

Kamis, 28 Oktober 2010

Pray For Indonesia


"Pray For Indonesia"

yah di bulan Oktober 2010 ini, negara tercinta kita Indonesia telah digoncang banyak bencana alam. Di bulan Oktober ini sudah 3 kali terjadi bencana alam yaitu Gunung Merapi (Sebanyak 31 orang tewas bersama hancurnya Dusun Kinahrejo akibat panas letusan Gunung Merapi), Tsunami di Mentawai ( Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter disusul tsunami telah mengakibatkan sedikitnya 337 orang tewas, 338 orang hilang, dan memaksa 4.000 jiwa mengungsi) dan Banjir Bandang di Waisor ( Korban Tewas Bencana Wasior 134 Orang ) .. dibawah ini adalah gambar -gambar bencana alam tersebut ( www.kompas.com ):Gunung Merapi mulai mengeluarkan semburan awan panasnya, Selasa (26/10/2010). Ratusan warga di lereng Merapi telah dievakuasi.
Sebelum dan Sesudah Merapi meletus

Banjir Bandang di Wasior

Banyak korban berjatuhan . termasuk juga Mbah Maridjan yang termasuk ikon Gunung Merapi, ditemukan tewas terungkup bersujud. Indonesia Berduka ! Dengan adanya bencana alam ini mengundang banyak simpati dari kalangan nasional dan juga internasional . Jika saya tidak kuliah dan memiliki pesawat pribadi sendiri, jujur saya akan ke tempat terjadinya bencana alam tersebut, untuk membantu para korban dan mengabadikannya di dalam kamera saya..Kenapa selalu Indonesia? yang sering tergoncang bencana alam .. itu selalu menjadi benak pertanyaan saya.. Akankah kiamat pun sudah dekat.. saya pun mendapatkan pesan broadcast dari BBM , yang bertuliskan urutan - urutan bencana alam yang telah terjadi di Indonesia dan bertepatan dengan tanggal 26 yaitu :
" Rahasia 26 "
  • Krakatau meletus : 26 Agustus 1883
  • Gempa china : 26 Juli 1976
  • Gempa Portugal : 26 Januari 1951
  • Gempa Kansu, China : 26 Desember 1932
  • Gempa Turki : 26 Desember 1939
  • Badai Sabah : 26 Desember 1996
  • Gempa Iran : 26 Desember 2003
  • Tsunami aceh : 26 Desember 2004
  • Tsunami Pangandaran : 26 Mei 2006
  • Gempa Tasikmalaya : 26 Mei 2010
  • Gempa Mentawai : 26 Oktober 2010
  • Merapi meletus : 26 Oktober 2010
Kejadian kejadian tersebut bukanlah suatu kebetulan tetapi jawabannya ada di salah satu ayat HAGAI 2:6 " sebab beginilah firman Tuhan semesta Alam : sedikit waktu lagi maka aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut, dan darat" Percaya atau tidak percaya, apakah benar kalau bencana bencana tersebut sudah disusun di alkitab? dan bagaimana kita akan menyingkapi hal tersebut? benar atau tidaknya pernyataan di atas , setidaknya bertobatlah dan tetaplah setia kepada yang Di ATAS , selagi kita masih hidup. Semoga bencana bencana tidak terjadi lagi di Indonesia yah..amin!

Share/Bookmark