
Laman
Rabu, 09 Februari 2011
Satu Pesan.

Jumat, 05 November 2010
Bahagia.

Bahagia.. Semuanya hidup hanya untuk supaya berbahagia .. Senyum lebar yang selalu menapik di wajahh .. Kesenangan hati yang terpancar .. Pekerjaan yang sukses .. Jadian sama pacar baru .. Mendapatkan doorprize .. Menikah dengan seseorang .. Impian terkabul .. Semuanya adalah bahagia .. Tetapi yang ingin kubahas di judul blog saya “Bahagia” ini adalah ada satu ciri khas ketika kita “Bahagia”, yaitu tak lepas dari mengucapkan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa . Ketika kita berbahagia, dengan otomatisnya kita mengucapkan “oh terima kasih Tuhan” dengan senyuman menyeringai bahagia dan mengingat-Nya.. Sangat simple kan .. Tapi apa yang kamu ucapkan ketika kamu bersedih? Adakah kata kata memuji syukur itu terdengar kembali dari mulut kalian .. I don’t hink so .. hanya mulut kotor dan mulut amarah , mulut menuduh, dan mulut menyalahkan yang keluar .. lalu dimanakah mulut bersyukur? Tidak ada sama sekali .. Hanya ketika kita mendapat kesenangan, kita mengucapkan terimakasih, dan berbunga-bunga syukuran .. ketika anda marah dan ditimpah masalah, semuanya NOTHING .. Hey guys! Sadar! Tuhan tidak akan pernah memberikan suatu cobaan yang diluar batas kemampuan manusia .. Bukan hanya perasaan bahagia saja yang selau Tuhan berikan, Tuhan memberikan berbagai cobaan kepada kita, karena Tuhan melihat sikap dan iman kita dari cobaan yang dia berikan .. Jika kita bias melewati cobaan cobaan tersebut dengan hati yang tenang dan juga tetap berpegang teguh dengan iman, maka Tuhan akan membalasnya kepada kita yaitu sebuah kehidupan yang tidak akan pernah kita bayangkan .. So guys, selalulah bersyukur bagaimanapun keadaanmu..
Bahagia.
My Smile Stay Same : Not Just A Dog..

Ketika ku bangun, ku selalu mendengar suara jari jari kaki yang menggaruk di pintu kayu .. suara ribut’an kecil yang setiap hari gendang telingaku tangkap .. ku hampiri suara ribut tersebut, ku tersenyum setiap kali menghampirinya, ku lihat buluh putihnya yang lebat dan sedikit bergelombang dengan tonjolan perut besar di badannya .. dengan senyuman kecil ku memegangnya .. dengan lidah yang menjulur keluar, dia pun membalas senyumanku dengan tatapan matanya yang tertutup buluh putih di sekitar wajahnya.. perutnya yang besar mengingatkanku untuk memberinya makan, ku tumpahkan sebuah kotak bertuliskan pedigree ke dalam semangkuk aluminium miliknya.. tak lama kemudian, si buluh putih terlihat dengan pantatnya yang berjoget dengan irama jalannya, mengahampiri semangkuk auminium tersebut.. ku dengar suara gertakan gertakan gigi sambil menelan pedigree tersebut.. ku menunggunya sampai sisa sisa pedigree tersebut habis lahap dimakannya .. Dengan perut bergoyang goyang dia menghampiriku .. ku sambut dirinya dengan kedua tanganku untuk mengelusnya.. dengan tingkahnya dia membaringkan badannya ke lantai dengan menunjukkan perutnya yang gendut , ternyata dia menangkap reaksi dari kedua tanganku .. ku sentuh perutnya, dengan jari jari ku menggelitiknya sama dengan senyuman yang selalu kuberikan untuknya .. kupanggil namanya berulang kali dengan menggelitikya .. ku sangat senang melihatnya, kedua tanganku selalu memeluknya.. ku selalu berbagi cerita dengannya .. tak pernah ku merasakan bosan dengannya, jika tercium bau yang tidak sedap dari dirinya ku pun dengan kedua tanganku dan kedua kakiku, ku memandikannya dengan senyuman yang selalu sama kuberikan kepadanya .. Sekarang semuanya, bukan hanya tinggal kenangan, dia adalah temanku dan meskipun dia tidak sama dengan aku, dia tetap adalah temanku bahkan lebih dari teman .. Ke manapun dia pergi, senyumanku akan tetap sama kepadanya .. Selamat Tinggal ELVIS. Kami sayangg padamu.
Inspirasi : Ayu Limono & Elvis ..
My Smile Stay Same : Not Just A Dog..
Sabtu, 23 Oktober 2010
Pesanku

Pesanku