Laman

Tampilkan postingan dengan label Self Skills. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Self Skills. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 November 2010

Self Skills : Part 22 Siapa Nama Penyabot Mental Anda?


Siapa Nama Penyabot Mental Anda?

Kita semua mempunyai penyabot mental. Penyabot mental adalah suara hati yang memberitahu Anda bahwa Anda tak mampu melakukan… , bahwa Anda tak mampu menjadi seorang.., bahwa Anda tak mampu memliki…,

Setiap kali Anda melakukan sesuatu yang baru dan berbeda, aka nada nada suara hati yang mengatakan ‘ Kamu tak akan dapat melakukannya , Kamu takk cukup cakap! Atau Kamu pasti gaga!’

Kenali penyabot mental Anda.

Kenali dan sadari apa yang sering dikatakan penyabot Anda kepada Anda . Beri nama kepada penyabot Anda tersebut.

Jadi setiap ada bisikan suara hati ‘tau diri dong, kamu Cuma lulusan SMA ‘ langsung Anda mengenali bahwa itu si ular.

Dengan mengenali dan menyadari kapan penyabot itu datang, Anda dapat mengambil alih kendali dan membanting pintu depan tamu tak diundang ini.

Jadi, ketika penyabot itu muncul tak terduga di depan pintu mental Anda, Anda akan langsung mengenalinya . Hardik dan usir, ‘Enyah kamu ular!’

Apa yang sering dibilang oleh Suara Hati ( penyabot mental ) Anda kepada Anda?

Mau Anda beri NAMA siapa dia?


Share/Bookmark

Self Skills : Part 21 Itu bukan masalah pribadi Anda..


Itu bukan masalah pribadi Anda..

Orang optimis memandang kegagaln itu sebagai pengalaman belajar, sebagai tantangan untuk memodifikasi cara dan strategi mereka.

Orang pesimis menganggap kegagalan sebagai pribadi sifatnya.

Menafsirkannya sebagai bukti bahwa terkait dengan masalahnya , mereka merasa kewalahan, stress.

Dengan cara apapun , hindarilah kenyakinan bahwa suatu masalah itu ‘pribadi’ sifatnya.

Mulailah menggunakan masalah sebagai umpan balik berharga untuk membantu Anda.

Membantu Anda berjalan lurus menuju pencapaian target-target Anda .

Dengan tetap bersyukur atas karunia-karunia yang telah Anda .


Share/Bookmark

Self Skills : Part 20 Antisipasi Anda..


Antisipasi Anda..
Ketika PELE sang pemain sepak bola lengendaris itu ditanyakan, apa yang membuatnya demikian cemerlang dan produktif dalam mencetak gol kegawang lawan, jawabnya adalah, sementara kebanyakan pemain lain focus mengejar bola, ia selalu berlari menuju ke tempat kemana kira-kira bolanya akan bergerak.
ANTISIPASI.

Kemanapun PELE untuk Mengantisipasi , untuk memperkirakan kecepatan pergerakan bola , untuk meramal arah bola, untuk menduga pergerakan para pemain lawan, ternyata itulah membuatnya selalu dalam posisi siap untuk bereaksi dan mencetak gola.

Demikian pula dengan Anda . Hidup Anda akan menjadi sangat LUAR BIASA DASYATNYA, kalau Anda dapat mengantisipasi setiap peristiwa, mengantisipasi setiap kejadian menjadi sebuah peluang.

Untuk itu berlatihlah melakukan antisipasi . Salah satu cara adalah dengan selalu ‘meramal’.
Kira-kira apa yang akan terjadi dari suatu peristiwa. Selalu menduga-duga apakah jaringan macet dan melakukan antisipasi dengan melewati jalan alternative misalnya, BERLATIHLAH terus sehingga menjadi suatu KEBIASAAN.
Share/Bookmark

Self Skills : Part 19 Bertahan Hidup : Kebutuhan Anda..


Bertahan Hidup : Kebutuhan Anda..

Seringkali bahwa pikiran bahwa sadar kita itu hanya menjalankan sebuah program yang dinyakininya untuk melindungi hidup kita. Padahal, semestinya program tersebut sudah harus kita lepaskan, sudah harus kita perbaharui agar hidup kita menjadi lebih baik secara emosional maupun secara fisik.

Bayangkanlah seorang anak misalnya, yang menderita secara emosional karena merasa dilalaikan atau merasa tidak dicintai oleh orangtuanya ( bagi otak kita, cinta adalah syaraf kelangsungan hidup ).

Lalu oleh karena ‘penyakit emosional’ ini, anak menjadi tidak sehat secara fisik ( semua emosi negative akhirnya mewujud secara fisik )

Oleh karena si anak secara fisik sakit, lalu orang tua memberikan perhatian, kasih sayang dan cinta kepada si anak, yang memang sedang diinginkan dan dibutuhkan oleh si anak secara emosional.

Dialog di dalam diri anak mungkin menjadi seperti ini ,’ Asyik juga kalau aku sakit, jadinya aku diperhatikan, dicintai dan aman rasanya,’ yang kemudian diterjemahkan oleh pikiran bawah sadar sebagai : ‘ sakit berarti bertahan hidup ‘.

Dan pola ini bisa berlanjut ke masa dewasa, padahal setelahh kita dewasa, program ini sudah tidak relevan lagi untuk ‘melindungi kita’.

Program pikiran bawah sadar harus kita perbarui ! Setiap bangun tidur pagi katakana pada diri sendiri : ‘ kebutuhan bertahan hidup orang dewasa, tidak sama dengan kebutuhan bertahan hidup seorang anak’.


Share/Bookmark